News

Hari Tani 2019

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang memperingati Hari Tani 2019 yang dipusatkan di Halaman Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Rembang, Jawa Tengah selama tiga hari, 22 september hingga 24 september 2019.

Dalam Kegiatan tersebut akan di isi berbagai macam acara :

  1. Tanggal 22 September 2019 Sepeda Santai
  2. Tanggal 23 September 2019 Pasar Murah Hasil Pertanian dan Ketoprak
  3. Tanggal 24 September 2019 Sarasehan dan Seminar

Gelar Potensi Peternakan & Gebyar Siwab

Rembang – Pemerintah Provinsi Jateng menggelar potensi peternakan dan gebyar Upsus Siwab yang dipusatkan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah selama empat hari, 22 september hingga 25 september 2019.

Kegiatan yang rutin digelar setiap tahunnya tersebut diharapkan mampu meningkatkan populasi ternak sapi, kerbau dan kambing/domba di Indonesia serta mendukung program pemerintah dalam membudidayakan sapi, kerbau dan kambing/domba.

Kirab Budaya Dintanpan 2019

Rembang, Jajaran pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Rembang memiliki cara unik untuk menyapa warga masyarakat Rembang pada kirab memperingati hari jadi Kabupaten Rembang ke 278.

Mulai dari Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, Dandim, ketua DPRD, ketua Pengadilan Negeri, kepala Kejaksaan Negeri dan sejumlah pejabat lainnya menunggangi kuda untuk berkeliling di sejumlah ruas jalan di wilayah kota Rembang pada Minggu (4/8/19).

Mereka berada dibarisan depan menenyusul di belakangnya, terdapat barisan para istri dari pejabat, menaiki kereta kuda dan becak yang telah dihias sedemikian rupa.

Dinas pertanian dalam keikutsertaanya kali ini mengambil tema waktu panen. Dengan konsep petani tempo dulu yang menampilkan tarian petani sedang  memanen hasil bumi, yang ditarikan sepanjang route pawai. Dalam kesempatan itu Kepala Bidang Peternakan menyerahkan hasil bumi kepada Bupati Rembang dipanggug kehormatan.

DINTANPAN Fasilitasi UMKM di Rembang Expo 2019

Dintanpan – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, mulai Sabtu (27/07/2019) hingga Sabtu (03/08/2019) mefasilitasi produk UMKM pertanian di ajang Rembang Expo tahun 2019, di Balai Kartini Rembang. Dengan tema UMKM Menembus Batas.

Acara  tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Rembang  secara resmi dibuka oleh Bupati Rembang H. Abdul Hafidz didampingi Wakil Bupati Rembang H. Bayu Andriyanto beserta jajaran di Gedung Balai Kartini pada Sabtu, (27/7/2019) malam. Bupati Hafidz dalam sambutannya pada kesempatan malam itu mengatakan melalui Rembang Expo ini diharapkan bisa menjadi motivasi untuk terus mempromosikan produk olahan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Rembang

Dalam acara tersebut Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang turut serta memamerkan berbagai komoditas pertanian, berupa buah-buahan dan produk UMKM pertanian yang belum banyak diketahui masyarakat. Diantaranya Kopi Waro Kecamatan Kragan, buah sawo Sedan dari Kecamata Sedan, macam-macam olahan dari rimpang sirup jahe, jahe isntan, Temu lawak instan, Kunir merah istan, makanan ringan Sariyem, Pepaya crispy, Jatung pisang crispy, dan Bibit bibit buah dari Kelompok Tani binaan Dinas Pertanian dan Pangan.

Dengan mengikuti berbagai ajang pameran diharapkan produk produk unggulan Kabupaten Rembang agar bisa lebih luas diketahui banyak orang. Tidak hanya kalangan konsumen saja, namun juga dunia usaha dan pelaku bisnis pertanian serta hortikultura.

Launching POSKO Kekeringan

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang bersama Komandan Kodim 0720/Rembang Letkol Arh Budi Sulistianto, S.Sos. me-Launcing Posko mitigasi bencana pada lahan pertanian  di Aula Aula KJF launching posko mitigasi bencana kekeringan pada lahan pertanian. Launching dilakukan Kepala dinas Pertanian dan Pangan  di aula Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Rembang, Kepala Bidang TPH, Kepala Bidang PSP dan KJF

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Ir. Suratmin, MM.  mengatakan, pendirian posko dilakukan menindaklanjuti rakor mitigasi di Kementerian Pertanian, beberapa waktu lalu. Di mana, dalam rakor tersebut disebutkan, untuk penanganan kekeringan diperlukan posko mitigasi bencana. 999# �E�

Kelompok Tani Margomulyo Juara II Tingkat Provinsi

Dintanpan, Kelompok Tani Margomulyo Ds. Logede Kec. Sumber Kab. Rembang Juara II Kategori Kelompok Tani UPSUS Jagung Berprestasi Tingkat Jawa Tengah, dengan luas lahan jagung mencapai 148 hektar.

Dengan Penilaian lomba yang dilakukan Tim Verifikasi Lomba Kelompok Tani Budidaya Jagung dari Provinsi Jawa Tengah meliputi aspek ekonomi, teknis, sosial, administrasi, dan pembinaan oleh aparat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir. Suratmin, MM. sangat mengapresiasi semangat kelompok dalam lomba kelompok berprestasi ini. berharap lomba ini akan menambah semangat kelompok tani untuk terus berprestasi sehingga dapat menjadi kelompok tani yang dinamis dan handal.

Lomba yang diadakan rutin setiap tahun ini merupakan metode pembinaan untuk memotivasi kelompok tani dalam pengembangan intensifikasi budidaya tanaman pangan khususnya UPSUS PAJALE padi, jagung dan kedelai.

Pemkab Rembang Ikut SAE 2019

Dintanpan – Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, mulai Kamis (04/07/2019) hingga Senin (08/07/2019) mengikuti pameran produk unggulan pertanian di ajang Soropadan Agro Expo tahun 2019 (SAE 2019 ), di Pusat Pelayanan Agribisnis Petani (PPAP) Agro Center Soropadan Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung.

Acara  tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut dalam rangka ajang promosi efektif produk pertanian dan komoditi unggulan daerah. Pameran tersebut diikuti 35 kabupaten dan kota se Jateng dan dibuka langsung oleh Gubernur Ganjar Pranowo dengan dihadiri Dirjen Kementrian Pertanian, jajaran Pemprov Jateng, DPRD Jateng, Bupati dan Walikota se Jawa Tengah, termasuk Bupati Rembang yang diwakili Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir. Suratmin, MM.

Dalam acara tersebut Kabupaten Rembang turut serta memamerkan berbagai komoditas pertanian, berupa buah-buahan dan produk agrobisnis yang belum banyak diketahui masyarakat. Diantaranya buah mangga blungko dari Kecamatan Kragan, buah kawis dari Kecamata Rembang, Buah Siwalan dari Kecamatan Sulang, buah Kedondong Kartini  dari Kecamatan Bulu, beras organik dari Kecamatan Sale, beserta  produk olahan dari buah siwalan, olahan Kawis, dan lainnya.

Dengan mengikuti berbagai ajang pameran diharapkan produk produk unggulan Kabupaten Rembang agar bisa lebih luas diketahui banyak orang. Tidak hanya kalangan konsumen saja, namun juga dunia usaha dan pelaku bisnis pertanian serta hortikultura. Sehingga Rembang tidak haya dikenal sebagai kota garam saja.

Integrasi Pakan Hijauan dan Ternak Kambing

Dintanpan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan 28/06/2019, Integrated Farming System (IFS) merupakan pola integrasi ternak dan tanaman, Kerja sama antara Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pertanian dan Pangan dan Perum Perhutani (KPH Mantingan). Alokasi kegiatan pada LMDH Wono Karyo Desa Panohan-Gunem

Integrasi ternak dalam usaha tani adalah menempatkan dan mengusahakan sejumlah ternak kambing di areal tanaman tanpa mengurangi aktivitas dan produktivitas tanaman bahkan keberadaan ternak kambing ini dapat meningkatkan produktivitas tanaman sekaligus meningkatkan produksi kambing itu sendiri.

Ternak kambing yang diintegrasikan dengan tanaman mampu memanfaatkan produk ikutan dan produk samping tanaman (sisa-sisa hasil tanaman) untuk pakan ternak dan sebaliknya ternak kambing dapat menyediakan bahan baku pupuk organik sebagai sumber hara yang dibutuhkan tanaman.

Sejalan dengan program pemerintah dalam peningkatan populasi dan produksi ternak kambing yaitu melalui program-program bantuan pengadaan bibit kambing maka hal ini sangat baik untuk penerapan integrasi ternak kambing dalam usaha tani tanaman.

Rumput gajah dan rumput odot sebagai hijauan integrasi merupakan rumput unggul yang disukai ternak dengan produksi tinggi dan telah dikenal petani. Hijauan rumput gajah dan rumput odot dapat ditanam di sepanjang pematang persawahan, lahan sepanjang saluran irigasi dan di sepanjang lahan batas persawahan yang sekaligus berfungsi sebagai pagar pembatas. Selain masalah kualitas hijauan yang tinggi, rumput gajah dan rumput odot juga tidak memberikan naungan terhadap tanaman padi.

Penerapan model integrasi ini, dapat menambah sumber-sumber pendapatan baru bagi para petani. Sumber pendapatan tersebut meliputi: penjualan ternak, penjualan kelebihan pupuk organik, penjualan penghasilan padi, efisiensi pengeluaran untuk energi baik untuk proses memasak maupun untuk penerangan, dan efisiensi pengeluaran pembelian pupuk. Penggunaan biogas dan pupuk organik selain memberi manfaat kepada peternak, juga dapat mengurangi beban subsidi pemerintah mengenai penyediaan sumber energi dan pupuk untuk pertanian.

Pelatihan Pertanian Terintegrasi

Rembang 27/06/19, Dalam rangka ikut berpartisipasi dalam pembangunan dunia pertanian berkelanjutan, Bank Indonesia melalui implementasi dari Silabus Kartini mengajar  yang  merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Perempuan khususnya di Kabupaten Rembang melaksanakan Pelatihan Pertanian Terintegrasi untuk Kelompok Tani di Propinsi Jawa Tengah.  Bertempat di Pendopo Museum Kartini, pelatihan ini di ikuti oleh perwakilan kelompok tani / kelompok wanita tani dari 7 Kabupaten / Kota antara lain Tegal, Purwokerto, Kota Solo, Sragen, Pati, Purbalingga dan Rembang.

Ketujuh Kabupaten/Kota tersebut dipilih sebagai kabupaten perwakilan dari  Wilayah Kerja Bank Indonesia Semarang, Solo, Tegal dan Purwokerto. Dibuka secara langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Ibu Jaziroh Hafidz, pelatihan ini memberikan materi berupa teknologi-teknologi pertanian agar petani mampu mandiri, kreatif serta mengkolaborasikan segala sesuatu yang ada di alam untuk pertaniannya yang berkelanjutan.

Mengedepankan konsep pertanian Total Organik, pelatihan ini memdapat respon yang sangat baik oleh para peserta khususnya perwakilan dari Kabupaten Rembang  yang di wakili oleh 6 orang PPL dan 14 orang kelompok wanita tani. Harapannya, hasil pelatihan tersebut mampu di implementasikan untuk pembangunan pertanian khususnya di Kabupaten Rembang dan Kabupaten lain di Jawa Tengah padaumumnya. (mr21)

Lomba Cipta Menu B2SA Juara Harapan III

DINTANPAN 24/06/2019, TP PKK Kabupaten Rembang mengukir prestasi juara harapan III dilomba cipta menu B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman) Berbasis Sumber Daya Lokal tingkat Provinsi Jawa Tengah yg diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dengan tema menu lunch box untuk makan pagi dan siang serta minuman dan kudapan. Dengan diadakan lomba cipta menu B2SA  dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman setiap individu dalam menerapkan konsumsi B2SA khususnya ibu rumah tangga yang bertanggung jawab dalam menentukan dan menyediakan menu keluarga.

Melalui lomba ini diharapkan masyarakat khususnya peserta lomba dapat berkreasi menciptakan/mengembangkan resep yang beragam, bergizi seimbang dan aman berbasis sumber daya lokal serta dapat diterapkan sebagai menu keluarga sehari-hari. Resep perlu dimodifikasi agar putra/putri kita tidak bosan dan menarik minat penyuka makanan berbasis karbohidrat.

Menu sehat tidak perlu mahal, dan bahan bisa didapatkan dari hasil tanaman di lahan pekarangan kita, seperti kangkung, bayam, cabe, ayam, lele, pepaya, ubi, jagung dan lain-lain apabila diolah secara kreatif akan menghasilkan makanan yang enak dan bisa menghemat pengeluaran keluarga.